Klakah merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan di kota
Lumajang, buah yang paling sering di hasilkan adalah buah nangka. Selain
di sebut sebagai daerah penghasil buah, Klakah juga menyimpan destinasi
wisata alam yang menyuguhkan panorama alam yang sangat indah, salah
satunya Ranu Klakah. Tak hanya Ranu Klakah, Di Klakah ini juga masih ada
2 jenis Ranu sebagai pasangan Ranu Klakah, Danau Segitiga namanya,
yaitu diantaranya Ranu Klakah, Ranu Bedali, Dan Ranu Pakis. Namun di
artikel yang satu ini saya akan menjelaskan deskripsi lebih jelasnya
tentang Ranu Klakah.
Ranu Klakah terletak di desa Tegal Randu, kecamatan Klakah, kabupaten
Lumajang, Jawa Timur. Ranu Klakah berada pada ketinggian 900 mdpl
dengan luas 22 hektar dan kedalaman mencapai 30 meter yang di latar
belakangi langsung oleh pemandangan Gunung Lamongan yang memiliki
ketinggian 1.668 mdpl. Selain itu, obyek wisata ini banyak di kunjungi
karena memiliki panorama yang indah, dan masih alami, air di danau
klakah ini berwarna biru kehijau hijauan. Obyek Wisata ini sangat cocok
bila di kunjungi bersama keluarga, udaranya yang sejuk dan segar membuat
para pengunjung betah di tempat ini, di tambah lagi pengunjung yang
memiliki hobi memancing juga bisa memancing di ranu klakah ini, karena
terdapat keramba yang sengaja di buat oleh penduduk setempat sebagai
tempat budidaya ikan air tawar, yaitu ikan tombro, ikan mujair dan ikan
nila.
Pintu Masuk Ranu klakah
Kedalaman Ranu Klakah mencapai 30 meter dan di dalamnya hidup beragam
jenis ikan, seperti mujair, gabus, dan wader. Pada Juli hingga Agustus,
pada waktu tertentu, ikan-ikan di Ranu Klakah akan mabuk dan pingsan.
Menurut warga sekitar, peristiwa ini dikenal dengan musim koyok.
“Kandungan belerang naik, dan ikan teler,” katanya. Bagi penduduk
setempat, musim koyok adalah peristiwa yang cukup misterius. Datangnya
tak bisa dikira-kira jauh-jauh hari. Namun dapat diprediksi semalam
sebelum musim itu tiba. “Malam sebelum musim koyok, suhu di sekitar Ranu
Klakah dingin sekali. Lalu air di danau ini bau belerang,” tutur warga.
Di balik panoramanya yang menyedot perhatian, Ranu Klakah menyimpan
misteri lain yang hingga kini ramai menjadi buah bibir. Tentu, selain
musim koyok, ada sejumlah ular bernama selanceng yang dipercaya hidup di
dasar ranu. Ular selenceng memilihi logo V berwarna emas di kepalanya.
“Terakhir ular itu muncul pada 1992 dan disaksikan banyak orang,”
katanya. Ular selenceng yang menampakkan diri itu ukurannya sangat
besar. Kepala dan ekornya berada di ujung danau yang terpisah.
Fasilitas yang di sediakan di Ranu Klakah ini adalah area parkir,
penginapan, mck, perahu motor yang di sewakan untuk mengelilinggi danau
klakah. Warung makan yang menyediakan makanan khas laut. di sediakan
juga jet sky bagi anda yang suka berolah raga air, dan juga di sewakan
perahu bebek yang bertarif Rp 10,000.00 perorang. Di Ranu Klakah ini
juga terdapat sebuah homestay untuk beristirahat. Jadi para pengunjung
yang bingung untuk mencari tempat istirahat, langsung saja memesan
homestay untuk penginapan. Homestay tersebut terletak diatas ranu klakah
dengan pembatas jembatan kayu kecil, sungguh nyaman sekali bukan..,
apalagi pemandangan yang disuguhkan langsung dari Keindahan Ranu klakah.
Homestay Ranu Klakah
Umumnya, harga tiket untuk masuk tempat wisata berbeda antara hari
libur, minggu atau hari biasa. Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Saat
weekday, harga tiket masuk Ranu Klakah adalah Rp3,000.00. Sementara saat
weekend, harga tiket masuk Ranu Klakah adalah Rp5,000.00. Harga weekday
umumnya berarti hari Senin-Jumat, sementara weekend Sabtu dan Minggu.
Tiap-tiap tempat wisata punya jam buka dan tutup berbeda. Begitu juga
dengan destinasi yang ada di Kab Lumajang. Ranu Klakah buka jam 06.00
dan tutup jam 17.00. Jam ini sesuai dengan zona waktu setempat yakni
waktu Asia/Jakarta.